Diary Princess Stuff Friends F.A.Q. Request

Story Segment by: Najiyah #Story


KONNICHIWA!
Seperti yang tadi Aku bilang kalau Aku bakal ngepost ceritanya dipost selanjutnya jadi langsung aja.............!

 Mystery Di Saat Libur Sekolah:

by: Maryam <3


"Hoam..." Aku menguap. "sejak libur Sekolah, Aku setiap hari selalu menguap nih!" kataku kesal, Mimi mengeong kecil.

"Mi, Kamu bosen ya?" tanyaku sambil merebahkan diri ke Kasurku yang empuk, Mimi hanya mematung, tiba-tiba terdengar suara kaki menuju kamar, terlihat Bunda memasuki kamar.

lalu Bunda menuju Lemari Buku dan membaca satu-satu, tanpa peduli ada Aku di dalam kamar.

"Bun, Aku bosen nih..., masa setiap hari yang Aku kerjakan selalu nyuci bokong Panci sih?" tanyaku kesal pada Bunda yang sedang membaca Buku.

"Emang kamu gak ngapa-ngapain selain nyuci bokong Panci?" tanya Bunda balik bertanya, Aku menggeleng pelan, Bunda memang pintar berdebat, Aku selalu kalah telak.

"Mi, turun kebawah yuk.." kataku berbisik, Mimi yang sudah sering dibisikkan mengerti, Aku dan Mimi segera turun dari lantai 2, ke lantai 1.

Tapi ternyata Bunda juga turun kebawah, Aku menghembuskan nafas.

"Safira, Bunda ke toilet ya?" kata Bunda buru-buru. "ternyata takut dibawah sendiri Mi" bisikku geli, Mimi berlari kecil menuju Dapur, Aku segera menuju Dapur.

"Mi, kenapa? gak ada apa-apa ko-" perkataanku berhenti saat ada suara kaki di halaman belakang, bulu badanku langsung berdiri, Aku segera balik ke Ruang Tamu dengan muka pucat pasi.

Ckrek.... terdengar suara pintu terbuka, Deg!

Bunda keluar dari Kamar Mandi Tergesa-gesa. "Kirain apa, ternyata Bunda toh" kataku sebal, Mimi yang kaget langsung berlari menujuku.

"Bun, kok tadi kayak ada yang jalan di halaman belakang?" kataku memulai percakapan, Bunda berlari menujuku, dan segera duduk.

"Bunda gak tau safira..." kata Bunda sambil berpelukan denganku, Aku benar-benar penasaran, tapi takut membuatku seperti tidak berdaya sama sekali.

"Meow!!!" Mimi mengeong keras sekali, Aku dan Bunda langsung menyuruh Mimi diam, Mimi masih saja mengeong keras-keras, suara hentakan kaki di halaman belakang makin mengeras.

"Bunda, cek sana" kataku sok berani, Bunda menatapku tajam, Aku tersenyum bandel.

Drap! Drap! Drap!

Aku dan Bunda semakin erat memeluk. "Bun, cek bareng-bareng ya?" tanyaku semakin penasaran, Bunda mengangguk.

"yang paling besar di depan..." kataku kecil. "untung Bunda tidak mendengar" batinku lega, Aku, Bunda, dan Mimi berjalan sangat pelan-pelan.

"Aaaaaa!!!!!" tiba-tiba Bunda jatuh tanpa sebab, Aku dan Mimi langsung lari pontang-panting ke Ruang Tamu karena kaget. "Duh, kenapa mesti Bunda jatuh sih...?" batinku kesal.

"Ayo bareng-bareng Mimi!" kataku kembali maju, Mimi langsung maju dengan gagah berani, Aku, dan Mimi sudah berada di samping Bunda yang terkapar di lantai.

"Bunda? Bunda? Bunda bangun dong....." kataku sambil menggoyang-goyang tubuh Bunda, tiba-tiba saja ada yang muncul, dia berpakaian Hitam, kulit Putih, dan suara serak, Aku dan Mimi langsung mundur.

"HAHAHAHAHAHA!!!!!" Orang Mysteryus itu tertawa sangat keras sampai-sampai membuat telinga sakit, Aku, dan Mimi kini benar-benar ketakutan setengah mati.

"Kalian membutuhkan dia hah?" katanya sombong, Aku mengangguk lemah. "Apa yang bisa kita lakukan Mi?" kataku berbisik, Mimi mengeong lemah, Aku menghembuskan nafas.

Kalau Mimi mengeong lemah artinya sakit, capek, atau tidak tau, Aku bisa tau semua itu dari situasi.

"Maju kalau berani! masa gitu doang takut!" katanya makin membuat merinding, Aku sampai berkeringat dingin, saking ketakutan.

"Safira.... Safira... ini Bunda Safira....."terdengar suara memanggilku, Aku langsung berlari menuju Bunda, dan berusaha menariknya, Bunda tersenyum lemah.

"Bantu Mi! sebelum dia datang!" kataku keras, Mimi langsung membantuku, tapi ternyata Orang Mysteryus itu lebih cepat datang, dari yang Aku duga, akhirnya Kami saling tarik menarik.

"Mi, bunda bisa sakit kalau ditarik" kataku cemas, Mimi langsung berhenti menarik Bunda, dan menuju Dapur, untuk mengambil panci, Aku malah menyangka kalau Aku disuruh nyuci bokong Panci.

Tapi Mimi bergerak cepat menuju Orang Mysteryus itu, dan memukulnya. "You are Hero!" kataku kekanak-kanakan, tiba-tiba Orang Mysteryus itu seperti meleleh satu persatu, dan menghilang tanpa bekas.

"Yeeeeeeeeeey!!!!! kita berhasil Mi!" kataku sambil berloncat-loncatan, Mimi ikut senang.

Akhirnya Bunda dibawa ke Rumah Sakit, dan Aku, Bunda, dan Mimi bebas dari ketakutan.

Happy Ending πŸ’–πŸ’–πŸ’–





maaf kalau ada yang salah >//<
Thanks ya! Bye!










Thanks for reading~ hope you enjoy my post!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar